BIC DATABASE DETAILS

Jika selama ini Indonesia mengimpor Timbal dari luar negeri, kini diharapkan tidak lagi. Karena telah dikembangkan teknologi untuk mengolah bijih galena menjadi logam timbal.

Dengan teknologi ini, bijih galena yang sebelumnya hanya dijual sebagai raw material serta diekspor dengan harga sangat murah, kini dapat dijadikan timbal dengan harga jual berlipat hingga enam kalinya.

Prosesnya meliputi penggilingan awal menggunakan Jaw Crusher atau Roll Crusher, kemudian diteruskan dengan penggilingan halus dengan Hummer Mill atau Pullverizer, pencucian dengan bahan kimia dan peleburan dengan Tungku Reduksi, terakhir pemurnian dengan tungku Refinery. Akhinya akan didapatkan Logam Timbal dengan kemurnian 99,9 %.

Ironically, Indonesia has been exporting Galena Ore and importing Lead (Plumbum) since there is no capability to process Galena ore economically. To process the Ore into 99.9% Lead, we need miller or pulverizer, chemically washing unit, smelter and a refinery, and neutralize the toxic sulphuric gas effluent .

Now the technology is available locally, cheaper and environmentally friendly since the toxic sulphuric gas is neutralized using cyclone technology.

Banyak sumber daya yang dulu belum bisa diolah di Indonesia, kini melalui inovasi teknologi menjadi mungkin, dan ini berpotensi meningkatkan nilai tambah produk berlipat ganda.
  • Meningkatkan nilai jual produk.
  • Teknologi 100% dalam negeri.
  • Mengembangkan teknologi baru.
  • Ramah lingkungan karena limbahnya dapat dinetralisasi dengan teknologi cyclone.

Teknologi masih dalam tahap pengembangan, namun dalam percobaan proses pengolahannya diketahui dapat menghasilkan timbal dengan kemurnian 99,9%. Ini dapat dipakai oleh pabrik accu, baterai mobil,solder, kawat, pembungkus kabel, dsb.

-