Malaria adalah salah satu penyakit endemik di kebanyakan negara tropis. Berbagai upaya menemukan obat malaria yang baru dilakukan dengan mengeksplorasi senyawa bioaktif dari bahan alam. Sampai saat ini, 25% dari obat-obat malaria modern berasal dari bahan aktif, yang dikembangkan dari tanaman.
Uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak teripang atau timun laut mengandung senyawa alkaloid, steroid, saponin, dan asam amino. Pengujian secara in-vitro dengan parasit malaria yang telah dikembang-biakkan, menunjukkan bahwa teripang keling (Holothuria atra) dapat digunakan sebagai obat malaria karena kemampuannya menghambat pertumbuhan parasit Plasmodium falciparum.
Malaria is an endemic disease in tropical countries, which has taken many tolls. Continuous efforts have been done to discover new antimalarial bioactive compounds from various natural materials.
This innovation is exploring the use of extracts of sea cucumber (Holothuria atra) as antimalarial drug, because of its activities in inhibiting the growth of Plasmodium falciparum parasites.
Aplikasi teripang sebagai obat malaria dapat dilakukan dengan konsumsi langsung, atau diolah menjadi sediaan obat; sehingga dapat dimanfaatkan oleh industri farmasi, industri jamu, atau industri makanan kesehatan.