BIC DATABASE DETAILS

Produksi sampah plastik Indonesia lebih dari 5 juta ton setahun, 14% dari total produksi sampah. Sampah plastik dapat diolah menjadi solar ramah lingkungan dengan teknik distilasi True Boiling Point. Dengan teknik ini, solar dari sampah plastik yang dihasilkan memiliki angka setana 60 dan kandungan sulfur 80 ppm, lebih baik dari standar solar di pasar; dengan angka setana 48 dan kadar sulfur 3.500 ppm, memenuhi standar Euro 4.

Inovasi ini berpotensi membantu program diversifikasi energi pemerintah, mengurangi pencemaran lingkungan, sekaligus lebih menjamin penghasilan pemulung sebagai ekonomi padat karya. Pengolahan sampah plastik juga menghasilkan produk sampingan, yaitu pelarut untuk industri cat dan percetakan.
This innovation proposes the conversion of plastic waste into diesel fuel, with True Boiling Point (TBP) distillation technology. It delivers a better quality diesel fuel than the prevailing standards. Aside to helping the government to diversify energy sources, and fighting against environmental pollution; this innovation can help to enhance the income of “labor intensive” waste pickers.
Indonesia masih di cap sebagai “biang” pencemar limbah kelas dunia. Ke depan, kita harus dikenal sebagai “jawara” inovasi teknologi plastik  dunia; baik dalam pengolahan limbah plastik, maupun menciptakan plastik yang ramah lingkungan.
• Distilasi TBP, dapat menghasilkan solar dengan angka setana tinggi (60) dan kandungan sulfur rendah (80 ppm), memenuhi standar Euro 4
• Sumber pasokan solar alternatif di tingkat  daerah, sekaligus memecahkan masalah limbah plastik, sehingga lebih efisien dari sisi  logistik dan distribusi
• Sumber sampah plastik melimpah, dan diperkirakan akan terus meningkat, berpotensi menggerakkan ekonomi masyarakat, dengan penyerapan tenaga padat karya para pemulung
-
-