BIC DATABASE DETAILS

Salah satu penyebab kematian anak sapi adalah diare akibat infeksi bakteri Escherichia coli. Penggunaan antibiotika kurang efektif akibat timbulnya resistensi. Antibodi spesifik asal kolostrum induk sapi yang divaksinasi, dapat menjadi alternatif penanggulangan diare. Namun, seiring dengan perkembangan umur, lingkungan saluran pencernaan akan merusak antibodi sehingga antibodi tidak dapat diserap secara utuh.

Inovasi ini menawarkan pemberian kolostrum sapi dengan teknik mikroenkapsulasi, yang dapat melindungi antibodi dari gangguan saluran pencernaan. Mikroenkapsulasi dapat meningkatkan penyerapan imunoglobulin (antibodi spesifik) secara efektif dan maksimal. Penyerapan yang efektif akan menghasilkan anak sapi yang resisten terhadap bakteri E. coli, sehingga menurunkan resiko penyakit diare.
Escherichia coli  is the most common cause of diarrhea in calves. This innovation offers the specific antibody against  E. coli from bovine colostrums derived from vaccinated mother cows. However, in the gastrointestinal tract of older calves, the antibodies are very sensitive to digestive tract environment. Microencapsulation may protect immunoglobulin (colostral antibody) and increase its absorption in digestive system, thus it may be effective in controlling E. coli diarrhea in calves.
Antibodi adalah sistem perlindungan yang dibuat oleh tubuh. Saat antibodi harus dipasok dari luar tubuh, justru diperlukan perlindungan sebelum menjadi efektif didalam tubuh.
• Kolostrum mengandung imunoglobulin (antibodi spesifik) yang tinggi 
• Mikroenkapsulasi dapat meningkatkan ketahanan antibodi tahan dalam saluran pencernaan 
• Antibodi efektif dalam melawan infeksi bakteri E. coli, sehingga berkhasiat anti diare
-
-