BIC DATABASE DETAILS

Di seluruh dunia, diperkirakan sekitar dua miliar orang terinfeksi virus Hepatitis B. Untuk mendapatkan metode pengobatan yang tepat sasaran, diperlukan model in-vitro berupa kultur sel hepatosit untuk  menunjang perbanyakan virus dalam sel.  

Inovasi ini mengembangkan kultur hepatosit dari jaringan hati tupai Tupaia sp., yang memilki kemiripan fungsi fisiologis dan patologis dengan hati manusia. Kultur hepatosit terbukti efektif sebagai media replikasi dan propagasi virus hepatitis B. Keberhasilan pengembangan kultur, didukung oleh status konservasi hewan tupai, yang tidak dilindungi. Inovasi ini dapat menyelesaikan kelangkaan model in-vitro, dan menunjang penelitian yang berkaitan dengan Hepatitis B di Indonesia. 
In this innovation, Tupaia’s hepatocytes cultures were successfully developed for Hepatitis B virus propagation. This hepatocytes culture is able to support the Hepatitis B virus replication due to the similarity with physiological and pathological function to human hepatocytes. This innovation provides new hope for the search of new treatment of Hepatitis B virus infections. It also solves the scarcity problem of in-vitro systems to support research related to Hepatitis B in Indonesia.
Keaneka-ragaman hayati bukan saja penting demi kelestarian alam, tapi bisa menjadi modal penting bagi berbagai prakarsa inovasi.
• Penggunaan hewan Tupaia sp., asli Indonesia yang bebas status konservasi
• Kultur dapat digunakan untuk mempelajari metabolisme dan toksisitas obat
• Kultur dapat dimanfaatkan untuk penelitian lanjutan Hepatitis B; pembuatan kit diagnostik hepatitis, dan pengujian kandidat senyawa bioaktif hepatoprotektor
-
-